Belajar Tentang Cinta Dari Magdalena Daemen

oleh: Paulus Bambang

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1 Yoh 4: 8)

Perikop dari surat Yohanes yang pertama tadi menjadi bukti bahwa cinta kasih adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita semua. Ada banyak Tulisan tentang cinta kasih, ada banyak lagu dan puisi tentang cinta kasih. Salah satunya adalah cinta kasih dalam perjalanan hidup seorang Magdhalena Daemen. Perempuan sederhana yang mendirikan kongregasi OSF.

Ketika seseorang mampu melihat semua yang ada di sekitarnya dengan kaca mata yang positif maka akan merasakan banyak cinta yang mengalir, seperti yang dialami oleh Maria Catharina Daemen, ditengah situasi yang buruk pada masa revolusi Prancis, Catharina mampu merasakan cinta Allah yang besar pada keluarganya. Perasaan dicintai oleh Allah inilah yang membuatnya mampu melihat banyak sekali cinta disekitarnya. Pengalaman melihat bagaimana penduduk di desanya dengan berani menyembunyikan para pastor agar tetap bisa memberikan pelayanan sakramen juga bagian dari pengalaman cinta yang Catharina temui.

Pengalaman cinta berikutnya adalah ketika Catharina bekerja di Maeseck, Ia sering menjumpai para Fransiskan dari Kapusin yang hidupnya sungguh baik, mereka memiliki hidup doa yang sangat mendalam, dan pelayanan kepada semua orang dengan tulus dan hidup dengan kesederhanaan. Para Fransiskan dari Kapusin ini sungguh dicintai oleh semua orang.

Pengalaman-pengalaman cinta yang dirasakan oleh Catharina inilah yang membuat ia kemudian menanggapai panggilan cinta Allah dengan mengucapkan kaul pertamanya pada 12 oktober 1817 dan kemudian bergabung dengan komunitas “Masoeurkes Op de Trapkes”. Semakin dalam cintanya pada Allah dan sesama membuat Catharina bersedia Ketika diutus ke Heythusen. Sekalipun di sana ia mengalami penolakan, tetapi karena besarnya rasa cinta itu makai ia tidak pernah terluka atau sakit hati tetapi Catharina justru menjalani setiap tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Rasa cinta yang membara di hati menggerakan Catharina Daemen untuk berbagi cinta dengan merangkul anak-anak di sekitarnya dan memberi pelatihan-pelatihan sederhana tentang merajut, menjahit, dan sebagainya. Cinta yang dibagi- bagikan olehnya ini mendapat tanggapan yang sangat baik. Semakin banyak anak yang bergabung. Pengalaman-pengalaman cinta terus dibagikan oleh Catarina Daemen. Ketika ia memulai mendirikan sebuah biara dengan karisma Bapa Fransiskus, pastor paroki dan uskup menolak. Akan tetapi besarnya cinta membuat Catarina tidak menyerah atau menyalahkan siapapun. Ia justrus semakin tekun berdoa, karya dan kurban. Sebuah semboyan yang selalu mengobarkan cintanya ialah Deus Providebit, Biarlah Tuhan yang akan menyelenggarakan.

Semua doa, harapan dan perjuangan Catharina membuahkan hasil. Allah menjawab semuanya dengan diberikannya ijin mendirikan tarekat. Maka pada tgl 10 Mei 1835 berdirilah kongregasi St Fransiskus Dari Tapa Denda (Tobat Dan Cinta Kasih Kristiani). Catharina Daemen kemudian mengucapkan kaul kekal dengan nama Sr Magdalena Daemen.

Cinta yang tulus mampu membuat seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Hanya dengan selalu bersyukur kita mampu merasakan banyak cinta di sekitar kita dan dengan membagikan cinta itu kita mewartakan Allah sendiri karena Cinta kasih adalah Allah (bdk 1Yoh4:8). Dunia yang saat ini sedang mengalami situasi ketidakpastian akan menjadi semakin baik Ketika kita mampu berbagi cinta. Maka, marilah semua bergandengan tangan untuk berbagi cinta agar dunia menjadi lebih baik seperti pengalaman yang dibagikan oleh Ibu Magdalena Daemen dalam perjalanan hidup dan karyanya.  Deus Providebit