Tak Terpisahkan dari Kasih Allah

Penulis : Evelyn / X MIPA 3

Paskah dan masa Prapaskah sendiri itu sebenarnya apasih?

Paskah adalah perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus di hari ke tiga setelah di salibkan, dan sedangkan masa Prapaskah adalah waktunya umat beriman mempersiapkan diri menyambut paskah dengan doa, matiraga, pertobatan, amal kasih, hidup sederhana, dan penyangkalan diri, bermula pada hari Rabu Abu selama 40 hari. Pada masa Prapaskah umat Katolik mengamalkan laku puasa dan berpantang meneladani Yesus Kristus saat berkhalwat di padang gurun selama 40 hari. Puasa dan pantang pada masa Prapaskah zaman sekarang lebih berat daripada zaman dahulu karena saat ini kita tidak bisa beraktivitas dengan leluasa dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menghibur diri daripada mempergunakan waktu kita untuk membaca, berdoa, dan melayani Tuhan. Kalau sedesian gimana nih masa Prapaskahnya waktu yang ada di pakai dengan baik atau tidak?  Berpuasa atau pantang di hari jumat masih di lakukan tidak?

 

Kalian tau tidak? Paskah tahun 2022 kali ini membawa tema “Tak Terpisahkan dari Kasih Allah” (Roma 8:38-39) tema ini resmi di berikan dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia). Latar tema paskah tersebut dipilih oleh PGI sebagai pengingat untuk kita tentang bencana Siklon Seroja di Pulau Sabu dan pulau lainnya, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan besar pada 5 April 2021 silam. Kira-kira mengapa ya PGI memfokuskan tema ini untuk paskah 2022? Karena untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya rasa persaudaraan dan sikap gotong royong untuk kembali membangun semua infrastruktur yang hancur akibat bencana selama setahun belakangan, dan pastinya untuk membangkitkan kembali kehidupan pasca bencana Siklon Seroja yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Lukisan diatas ini tuh  sebenarnya dibuat sama siapa sih? Dan apa yang melatarbelakangi Tema ini? Jadii temen temen semuanya, tema ini dilatari dengan lukisan aktivitas gotong-royong membangun rumah adat masyarakat Sabu-Raijua di Nusa Tenggara Timur, lukisan ini di buat oleh seorang pelukis asal Sabu yang bernama Efraim Djara Dima yang berprofesi sebagai seorang guru bahasa inggris. Gambar ini di buat sebenarnya untuk mengilustrasikan sub tema pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)-2022, yang berbunyi: “Dengan Kuasa Roh Kudus Kita Bangkit dari Dampak Bencana” (bdk. Roma 8:10-11).

Setelah membaca artikel di atas gimana nih sedesian semuanya, kalian sudah menyiapkan apa saja untuk paskah nanti ?