Amanat Upacara Hari kebangkitan Nasional SMA Sedes Sapientiae Semarang

oleh: A Dheny Budyono, S. Pd

Selamat Pagi, Bapak kepala Sekolah, Bapak Ibu guru dan para siswa siswi sekalian,

Puji Syukur hari ini kita dapat memperingati Hari Kebangkitan Nasional secara tatap muka setelah selama 2 tahun kita hanya dapat bertemu secara daring. Hari ini juga merupakan upacara yang pertama kalinya sejak pandemi Covid 19 merebak pada bulan Maret 2020.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan pertanda bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui sebuah gerakan organisasi. Sebelumnya, semangat ini tidak pernah muncul.
Setiap tahunnya hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Tanggal tersebut diambil dari lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908. Hari Kebangkitan Nasional ini pertama kali diperingati oleh Presiden Sukarno pada 20 Mei 1948 di Yogyakarta

Hari Kebangkitan Nasional juga merupakan titik awal munculnya semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk menuju kemerdekaan. Sebagai contohnya, perjuangan Diponegoro, perjuangan Cut Nyak Dhien, perjuangan Patimura semuanya menemui kegagalan karena perjuangan mereka masih bersifat kedaerahan dan mudah dipecah belah.

Budi Utomo telah mengubah metode perjuangan masyarakat Indonesia yang sebelumnya mengandalkan perlawanan secara fisik. Namun kemudian memasukkan cara-cara diplomasi. Selain itu, Budi Utomo juga telah mengubah perjuangan yang masih bersifat kedaerahan menjadi nasional.

Tidak hanya itu, semangat organisasi Budi Utomo telah menjadi pemicu munculnya organisasi-organisasi yang juga berjuang di bidang politik secara diplomatis. Setelah Budi Utomo, organisasi yang serupa tumbuh dengan subur di Tanah Air.

Kita semua berharap pada tahun 2022 ini  akan menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia memenangkan perjuangan melawan pandemi COVID-19. Pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir namun kita semua optimis pandemi Covid 19 ini akan segera menjadi endemi dimana kita berdampingan dengan virus ini. Kita juga patut bersyukur karena pada beberapa hari yang lalu,  Presiden Joko Widodo juga telah mengumumkan pelonggaran pemakaian masker di tempat umum. Semoga semua warga SMA Sedes Sapientiae yang tercinta ini juga akan merasakan kehidupan normal seperti sedia kala.

Kita semua berharap memiliki rasa optimisme bahwa kita bisa memenangkan pertarungan melawan pandemi COVID-19 ini, kekompakan, rasa bersama dan tanggung jawab menjadi solusi – solusi yang sesuai untuk keluar dari krisis ini. Dengan semangat Boedi Oetomo yang merakyat, nasionalis, dan selalu melihat dari berbagai perspektif tentu bisa membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang kini tengah dihadapi.

Saya mengambil sebuah pepatah yang pernah dilontarkan oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, “even the hardest of winters fears the spring”, yang artinya badai terdahsyat pun akan takut akan datangnya musim semi. “Setiap masa selalu ada tantangannya, setiap tantangan selalu ada jawabannya, dan setiap masa selalu ada tokohnya.  Ke depan masih akan ada badai dan tantangan yang akan dihadapi, kita semua harus selalu siap.

Terima kasih