Menjalin Persaudaraan dan Iman: Campus Ministry Loyola Kunjungi SEUCCO dalam Doa Rosario Bersama

Menjalin Persaudaraan dan Iman: Campus Ministry Loyola Kunjungi SEUCCO dalam Doa Rosario Bersama

Sedes dan Loyola (dokpri)

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Kecil SMA Sedes Sapientiae Semarang pada Sabtu (10/10). Perwakilan dari Campus Ministry SMA Kolese Loyola berkunjung ke SMA Sedes Sapientiae Semarang untuk mengikuti kegiatan Doa Rosario Bersama dengan SEUCCO (Sedes). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kedua komunitas untuk memperdalam iman sekaligus mempererat persaudaraan antarsekolah.


Pertemuan ini memiliki makna tersendiri bagi kedua komunitas. Hubungan Loyola dan Sedes
memiliki akar sejarah yang kuat. Pada masa lampau, Sedes dikenal memiliki keterkaitan dengan
Loyola pernah disebut sebagai “Loyola 2”. Melalui kegiatan ini, hubungan historis tersebut
kembali menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan di antara para siswa.


Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, doa pembuka, dan sambutan. Suasana kemudian
dicairkan melalui sesi ice breaking yang mengajak peserta untuk saling mengenal dan berinteraksi.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Doa Rosario Bersama dalam suasana khidmat sebagai inti
kegiatan.


Usai berdoa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan interaktif. Sesi ini menjadi
salah satu momen yang mencairkan suasana. Gelak tawa dan interaksi antarpeserta mewarnai
kegiatan, menciptakan kesempatan bagi siswa Loyola dan Sedes untuk berbaur tanpa sekat.
Kebersamaan yang terbangun menunjukkan bahwa perbedaan lingkungan sekolah bukanlah
penghalang untuk menjalin persahabatan.


Setelah rangkaian permainan selesai, mereka berbincang dan semakin mengenal satu sama lain.
Kebersamaan berlanjut melalui makan siang bersama, doa penutup, sesi foto bersama, serta keliling
lingkungan sekolah SMA Sedes Sapientiae Semarang.


Melalui kegiatan ini, Campus Ministry Loyola dan SEUCCO tidak hanya berbagi pengalaman dalam
doa, tetapi juga membangun relasi yang diharapkan terus berkembang. Pertemuan tersebut menjadi
pengingat bahwa iman dapat menjadi dasar untuk merawat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling
menghargai, dan membangun kebersamaan lintas komunitas. Semangat persaudaraan itu terangkum dalam ungkapan yang menjadi penutup penuh makna bagi pertemuan tersebut. “Sedes-Loyola rukun saklawase!”
#Alexander Bintang Mahardika/XIIE/02

Bagikan Melalui :

Facebook
X
LinkedIn
Email
WhatsApp
Threads
Telegram