
Siapa bilang perjalanan seru baru dimulai saat tiba di tempat tujuan? Bagi siswa kelas XII SMA Sedes Sapientiae Semarang, ceritanya sudah dimulai sejak bus meninggalkan sekolah!
Perjalanan panjang menuju Bali 12-16 Oktober 2026 diisi dengan obrolan, canda, dan antusiasme. Setelah makan malam di Tongas, Probolinggo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang untuk menyeberangi Selat Bali. Rasa lelah seolah terbayar ketika petualangan di Pulau Dewata akhirnya dimulai.
Bali bukan sekadar pulau dengan pantai yang indah. Di balik pesona alamnya, terdapat kekayaan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi warisan leluhur. Perpaduan keindahan alam dan nilai budaya inilah yang membuat Bali selalu memiliki cerita untuk dibagikan kepada setiap pengunjungnya.
Di Desa Penglipuran, kami disambut suasana desa yang tertata rapi dan tradisi yang masih terjaga. Dari sana, perjalanan berlanjut menuju Jimbaran, menambah pengalaman baru dalam menjelajahi Bali. Setiap tempat menyimpan kesan tersendiri, sekaligus mengajarkan kami untuk menghargai budaya dan keindahan alam.
Namun, yang membuat perjalanan ini istimewa bukan hanya destinasi yang dikunjungi. Ada tawa di sepanjang perjalanan, cerita yang dibagikan, dan kebersamaan yang terasa semakin berarti menjelang kelulusan. Momen sederhana bersama teman-teman inilah yang kelak mungkin paling dirindukan.
Bali adalah tujuannya, tetapi kebersamaanlah yang membuat perjalanan ini tak terlupakan.
- Fidela Jacqlien Handoyo XII-E/10