Kronologi Perjalanan Hidup Santo Fransiskus Asisi.

Sekolah-sekolah Marsudirini komplek Bangkong yang pada tanggal 4 oktober 2022 merayakan peringatan Santo Fransiskus Asisi. dengan salah satu acara pembukanya adalah Transitus. maka kita juga perlu mengetahui sebenarnya perjalanan Hidup Santo Fransiskus seperti apa agar menjadi sarana untuk semakin mampu menyandarkan semua karya dan pelayanan dalam penyelenggaraan Ilahi.

maka marilah kita bersama-sama membaca kronologi perjalanan hidup santo Fransiskus Asisi.

Rentang riwayat hidup St. Fransiskus dari Asisi dimulai dari kelahirannya pada tahun 1181 (atau 1182) sampai wafatnya pada tahun 1224. Pada rentang waktu ini, dibahas beberapa poin penting yang dibutuhkan kehidupannya. Berikut ini kronologi acara yang dibahas diuraikan.

  • 1181/82 (Musim panas atau musim gugur) lahir di Asisi. Waktu dipermandikan dengan nama Yohanes Pembabtis. Ketika disetujui, ia dinamai Fransiskus sebagai tempat kenangan yang baru saja dibuka oleh Prancis.
  • 1199 – 1200 Perang Saudara di Assisi. Rakyat biasa dan warga kota kelas menengah menyerbu puri-puri (kastel) bangs bangsawan. Banyak keluarga bangsawan yang meninggalkan kota dan mengungsi ke Perugia (termasuk keluarga St. Klara).
  • 1202 (November) Pecah perang antara Perugia dan Assisi. Fransiskus yang bertempur di pesta Assisi menjadi tawanan perang di penjara Perugia.
  • 1204 Fransiskus sakit keras dan cukup lama pulih untuk memulihkan kesehatannya.
  • 1204/1205 Akhir 1204 atau awal 1205, Fransiskus bergabung dengan pasukan Walter de Brienne untuk bergabung dalam perang ke Apulia (Italia Selatan). Di Spoleto (kota dekat Assisi) tempat mereka berhenti untuk bermalam, ia menerima penglihatan. Dalam mimpi, ia berbicara tentang suara yang mengatakan ingin kembali ke Assisi. Inilah awal mula pertobatannya.
  • 1205 (musim gugur) Fransiskus mendapat perintah dari Kristus yang tersalib di San Damiano “Fransiskus, pergilah dan perbaikilah gerejaKu yang mencari roboh ini”.
  • 1206 (Januari atau Februari) Peristiwa di depan Uskup. Bernardone meminta diterima Fransiskus mengembalikan semua harta yang telah diberikannya. Fransiskus setuju dengan menelanjangi diri mengembalikan semua pakaian yang melekat di badannya kepada bapanya. Uskup Assisi menudungi Fransiskus dengan mantolnya.
  • 1206 (Musim Semi) Fransiskus dengan mengenakan pakaian pertapa merawat penderita lepra di Gubbio.
  • 1206 (Musim Panas hingga Januari atau Februari) kembali ke Assisi dan membangun kembali Gereja San Damiano. Dia juga memperbaiki Gereja St. Petrus dan Gereja Ratu Malaikat di Portiuncula.
  • 1208 (24 Februari) Fransiskus mendengarkan Injil tentang kemiskinan yang dibacakan untuk Pesta St. Mateus. Ia mengambil petikan Injil sebagai aturan hidup.
  • 1208 (16 April) Bernardus dari Quintavalle dan Petrus Cattani bergabung dengannya. Yang lain kemudian mengikuti (23 April, Egidius bergabung).
  • 1208 – 1209 (Musim Gugur dan Musim Dingin). Fransiskus dan para saudaranya pergi berdua-dua untuk mewartakan pertobatan.
  • 1209 Mereka kembali ke Portiuncula. Fransiskus menulis aturan singkat untuk dirinya dan kesebelas saudaranya. Mereka pergi ke Roma meminta memohon aturan hidup tersebut. Paus Innocentius III meneguhkannya secara resmi. Saudara-Saudara ini kembali ke Rivotorto dan kemudian ke Portiuncula.
  • 1210 (9 November) Kaum bangsawan dan warga kota.
  • 1212 (akhir Maret) Penerimaan Klara di Portiuncula. Setelah tinggal beberapa waktu di Biara Benedictines, Klara pindah ke San Damiano. Sekitar akhir tahun, Fransiskus berangkat ke Timur (Tanah Suci). Karena cuaca buruk, kapal yang ditumpanginya terdampar di pantai Dalmatia. Ia bersama kawannya kembali ke Italia melalui Ancona.
  • 1213 (8 Mei) Bangsawan Orlando dari Chuisi menghadiahkan La Verna (Alverna) kepada Fransiskus.
  • 1213/1214 Sdr. Fransiskus ditemani Sdr. Bernardus berusaha untuk ke Maroko. Di Spanyol, ia jatuh sakit dan dikembalikan lagi ke Italia.
  • 1215 Fransisku pergi ke Roma untuk pergi Konsili Lateran IV. Kemungkinan di sinilah ia bertemu dengan Dominikus untuk pertama kalinya.
  • 1216 Paus Innocentius III wafat. Ia digantikan oleh Paus Honorius III. Tahun ini, Fransiskus menerima Indulgenti Portiuncula dari Paus Honorius III di Perugia.
  • 1217 (5 Mei – Pentekosta) Sidang Umum di Portiuncula memutuskan untuk mengirim misionaris keluar Italia. Sdr. Egidius berangkat ke Tunisia, Sdr. Elias ke Siria, Sdr. Fransiskus ke Perancis. Namun, di Firenze (Florence), Fransiskus bertemu dengan Kardinal Hugolino yang membujuknya agar tetap tinggal di Italia.
  • 1219 (26 Mei) Para misionaris berangkat ke Maroko.
  • 1219 (26 Juni) Sdr. Fransiskus berlayar ke Mesir.
  • 1219 (29 Agustus) Dia hadir dalam penyerangan perang pasukan melawan Damietta. Kemudian, ia menghadap sultan ditemani Sdr. Illuminatio.
  • 1219 (5 November) Ia hadir dalam perebutan Damietta. Kemudian, ia bertolak ke Santo Yohanes – Acre
  • 1220 Martir pertama Fransiskan yaitu saudara-saudara yang dibunuh di Maroko.
  • 1220 Di Siria Fransiskus bertemu dengan Sdr. Elias dan Sdr. Petrus Catani. Dia mengunjungi tempat-tempat suci. Seorang saudara yang berbaring berasal dari Italia menganggap itu dalam Ordo timbul karena besar. Karena itu, Fransiskus segera kembali ke Italia. Ia berlabuh di Venesia dan kemudian ke Roma. Di sana ia berbicara sebagai Kardinal Hugolino sudah ditunjuk sebagai pelindung resmi (protektor) untuk para saudara dina. Pada tahun ini pula ia menetapkan kepemimpinannya sebagai pemimpin Ordo dan diganti oleh Sdr. Petrus Catani yang waktu itu ditunjuk sebagai Vikaris General.
  • 1221 Sdr. Petrus Catani meninggal dunia dan digantikan oleh Sdr. Elias. Fransiskus menulis Anggaran Dasar yang disebut Anggaran Dasar “1221” yang tidak pernah diteguhkan baik oleh para menteri maupun oleh Bapa Suci.
  • 1221 – 1222 Fransiskus berkeliling Italia untuk berkotbah.
  • 1222 (15 Agustus) Fransiskus berkotbah di alun-alun Bologna.
  • 1223 Fransiskus pergi ke Fonte Colombo untuk menyusun Anggaran Dasar definitif untuk Ordi Saudara-Saudara Dina. Anggaran Dasar ini dibahas dalam Sidang Umum dan perubahan-perubahan sampai akhirnya mendapat peneguhan dari Paus Honorius III pada 29 November. Anggaran Dasar ini sering disebut Anggaran Dasar “1223”.
  • 1223 (25 Desember) Perayaan Natal di Grecio yang menjadi asal mula tradisi gua atau kandang natal.
  • 1224 (15 Agustus) Sampai 30 September, Fransiskus mengadakan retret di Gunung La Verna. Ia mendapat stikmata sekitar 14 September.
  • 1224 (Oktober) Dia kembali ke Portiuncula melalui Borgo San Sepolcro, Monte Casale, dan Citta Castello.
  • 1224 (Desember) Dengan mengendarai perjalanan keledai, ia berkeliling untuk berkotbah di Umbria.
  • 1225 Pada bulan-bulan pertama tahun ini, sakit mata semakin memburuk. Untuk sementara waktu, Fransiskus tinggal di San Damiano bersama dan para saudarinya. Atas perintah Sdr. Elias, Fransiskus memperbaiki perawatan medis tetapi tidak ada perkembangan. Dalam keadaan nyaris buta, ia menggubah “Kidung Saudara Matahari”.
  • 1225 (23 Juni) Bersama Bapa Suci dan Dewan Kardinal, Kardinal Hugolinus tiba di Rietti. Mereka tinggal di sana sampai 31 Januari tahun berikutnya. Kardinal Hugolinus mengundang Fransiskus ke kota agar dapat memberikan perhatian yang mungkin diminta. Beberapa saat menginap di istana Uskup Rietti, si miskin itu menetap di dekat Fonte Colombo. Di sanalah ia melakukan pengobatan mata dengan menggunakan besi panas.
  • 1226 Fransiskus dibawa ke Siena untuk pengobatan baru lalu kembali ke Portiuncula. Musim panas sangat kering, maka untuk mengurangi sakitnya, Fransiskus dibawa ke perbudakan Bagnara. Keadaannya makin parah. Maka ia dibawa kembali ke Assisi dan diinapkan di istana Uskup.
  • 1226 (September) Merasa saat kematiannya sudah dekat, Fransiskus menulis wasiat dan meminta pindah membawa ke Portiuncula.
  • 1226 (3 Oktober) Fransiskus wafat di Portiuncula pada sore hari.
  • 1226 (4 Oktober) Ia dimakamkan di Gereja San Giorgio di Assisi.
  • 1227 Kardinal Hugolino dipilih menjadi Bapa Suci Gregorius IX
  • 1228 (16 Juli) Di Assisi, Paus Gregorius IX mengkanonisasi sahabatnya, Fransiskus.
  • 1230 (25 Mei) St. Fransiskus dipindahkan ke Basilika St. Fransiskus.

Artikel ambil dari Ordo Fratrum Minorum: https://ofm.or.id

URL ke artikel: https://ofm.or.id/kronologi-riwayat-hidup-st-fransiskus-assisi/

SUSTER DARI ROMA DAN TAMAN DOA SEDES

foto bersama Sr General OSF saat kunjungan dan persemian taman doa

Halo sedesian semuanya, gimana nih kabarnya? Baik dong pastinya. Belum lama ini sekolah kita yang tercinta baru saja meresmikan taman doa lho.  Peresmian kali ini juga di resmikan oleh suster jenderal yang berasal dari Roma Bernama Suster Rita. Peresmian dilakukan untuk memberkati taman doa yang berada di seberang ruang guru SMA Sedes Sapientiae dan sebelah kiri Kapel Susteran Bangkong. Ibadat peresmian ini diikuti oleh semua guru, karyawan dan para murid SMA Sedes Sapientiae. Peresmian ini di mulai dengan ibadat singkat yang dipimpin oleh Pak Bambang salah satu guru SMA Sedes Sapientiae, lalu ada Pak Djarot selaku Kepala sekolah kita memberikan sepatah dua kata mengenai taman doa yang telah selesai dibangun. Selang 10 – 15 menit Suster Rita pun datang.

Sebelum peresmian itu dilaksanakan Pak Wegig mengajak sedesian untuk menyanyikan hymne Sedes Bersama. Setelah itu, Pak Djarot memberikan sambutan kepada Suster Rita berupa 3 Nilai Dasar SMA Sedes Sapientiae dan dilanjutkan dengan tanda tangan di prasasti sebagai bentuk peresmian taman doa yang ada di SMA Sedes Sapientiae. Setelah itu, Suster Rita datang ke lokasi ibadat dengan dengan di damping oleh suster pendamping dan salah satu siswa dari SMA Sedes Sapientiae serta disambut dengan lagu Mars Sedes dan Hymne Sedes, lalu dilanjutkan dengan memberikan sepatah dua katah sambutan untuk siswa siswi SMA Sedes Sapientiae. Suster Rita sangat menghargai para guru yang telah mengajari para murid hingga mereka lulus dan berhasil. Dilanjutkan dengan pemberkatan murid murid melalui lagu rohani yang dinyanyikan oleh suster Rita. Setelah pemberkatan untuk seluruh sedesian dilanjutkan sesi foto suster Rita dengan semua guru guru yang ada di sedes, di lanjutkan dengan jam istirahat untuk sedesian. Suster Rita melanjutkan kunjungannya ke smp maria mediatrix. Kita sudah punya taman doa sendiri nih. Yuk gunakan taman doa ini untuk mempersembahkan segala ujud syukur yang kita inginkan kepada Tuhan. (Evelyn-Inez)

Aku dan Sedes di Tahun 2022

Delviana FJ – XI IPS 1 / 09

Hi Sedesian !

Kenalin aku Delviana FJ dari kelas XI IPS 1 J Di sini aku mau ceritain pengalaman pembelajaran di kelas XI secara online maupun offline. Jadi, di kelas XI semester 1 pembelajaran masih di berlakukan secara online, jujur di awal aku lebih suka pembelajaran secara online, tapi lama – kelamaan aku ngerasa bosen dan jenuh karena yaa… kalian tahu sendiri kita cuman bisa lihat layar laptop atau hp aja. Semua ada plus minusnya si, plusnya kalau lagi google meet kita masih bisa nyambi makan atau tiduran, lebih gampang buat nyontek pas ulangan juga kan hehehe, pagi-pagi juga nggak harus mandi atau siap” ke sekolah tinggal buka laptop dan masuk google meet aja selesai, minusnya kita nggak bisa berinteraksi  langsung sama temen – temen kita, berasa no life.

Nah, dari pembelajaran online ini aku juga banyak belajar untuk lebih tanggung jawab atas diri sendiri, belajar untuk mengatur waktu lebih baik lagi, karena aku pikir kita nggak akan terus – terusan hidup di rumah saja, suatu saat kita bakalan ngejalanin hidup “new normal” kayak dulu lagi, di masa depan nilai dan angka bukanlah hal yang terpenting tapi yang terpenting adalah karakter. Aku juga baru sadar kalau kesehatan mental kita pun sangat penting, dulu pas awal pembelajaran online aku memang seneng tapi lama – kelamaan aku ngerasa kesepian, kayak semuanya berjalan flat  aja nggak ada yang spesial, aku jadi lebih mood swing, lebih gampang ngerasa insecure , dan akhirnya pola makan dan tidurku pun terganggu. Dari situ aku tahu bahwa manusia nggak bisa hidup sendiri, kita semua butuh berinteraksi dan bantuan dari orang lain. Aku pernah denger kalau ada orang yang bilang dia bisa hidup sendiri berarti dia lagi bohongin diri nya sendiri, itu cuman omong kosong. Terus yang terpenting aku juga belajar buat lebih bersyukur, bersyukur atas apa yang sudah Tuhan kasih ke aku, kesempatan hidup yang masih Tuhan kasih.

Lanjut di semester 2 pembelajaran masih diberlakukan secara online tapi karena covid-19 udah terkendali kita akhirnya bisa ngerasain pembelajaran secara offline lagi, ada rasa seneng dan sedihnya. Senengnya aku bisa berinteraksi dan bertemu temen- temen yang lain. Bisa ngerasain hidup yang bener- bener kayak hidup nggak cuman ngelihatin laptop atau layar hp aja. Kalau sedihnya ya kalian tahu lah kalau ulangan nggak bisa nyontek sebebas dulu, terus harus bangun lebih awal buat siap-siap ke sekolah, pakai seragam juga harus lengkap nggak bisa cuman atasannya doang, kalau pelajaran nggak bisa disambi – disambi lagi kayak dulu, tapi aku ngerasa lebih seneng karena aku jadi nggak kesepian lagi, banyak energi positif yang bisa aku dapetin dari temen – temenku. Bisa eksplor lebih banyak lagi, punya semangat yang lebih buat jadi pribadi yang lebih dewasa.

Ternyata hidup nggak cuman soal kenyamanan. Hidup yang real itu sebenernya kayak roller coaster nggak bisa cuman stay gitu – gitu aja, ga bisa di tebak semua ada fase up and downnya. Itu yang bikin hidup jadi lebih seru, bewarna dan mendewasakan J

Jadi, kesimpulannya jangan pernah lupa bersyukur atas apa yang sudah Tuhan kasih ke kita. Ga perlu insecure sama kelebihan yang orang lain punya, nggak perlu iri atas pencapaian orang lain, jadiin itu motivasi karena tiap orang punya jalannya sendiri, limit gagal seseorang itu ada batasnya jadi gagal bukan akhir dari segalanya justru dari kegagalan itulah kita bisa belajar lebih dan lebih lagi. Jangan takut buat ngelakuin sesuatu kalau itu baik dan bener. Jadilah dirimu sendiri, jangan pernah berpikir buat nyenengin dan menuhin ekspetasi orang lain karna itu nggak akan mungkin tercapai dan akhir-akhirannya cuman bikin kita sakit hati aja.  Fokus ngembangin apa yang kita bisa. Kalau lagi capek dan lagi nggak baik-baik aja ya nangis aja, nggak perlu kok kelihatan baik-baik aja di depan orang lain, karena  kita tahu kemampuan dan batas diri kita. Jangan lupa buat jaga pola makan dan tidur karena itu penting. Jangan lupa buat nikmati masa-masa SMA apalagi kelas XI, tapi ya jangan keterusan semua ada batasnya okay!? Stay happy kiyowo

Kalau cerita kalian gimana gaes? Tulis yahh di kolom chat ! Sampai jumpa lagi semua !

Semangat dan pantang menyerah SEDESIAN!!!

Ada yang Berbeda Nih di HARKITNAS 2022 !

oleh: Stella Astrid S.K  X IPS 3/21

Hi, SEDESIAN!! Kembali lagi nih teman—teman Jurnalis berbagi info menarik di bulan Mei yang bertepatan dengan hari HARKITNAS. SEDESIAN ada yang tau apa arti dari HARKITNAS? HARKITNAS adalah Hari Kebangkitan Nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 20 Mei dan juga bertepatan dengan hari lahir Budi Utomo. Dikutip dari laman Tribunnews HARKITNAS dilatar belakangi oleh adanya organisasi bernama Boedi Oetomo yeng merupakan organisasi perjuangan melawan penjajah Belanda dan berhasil menjadi pelopor kebangkitan nasional.

Di kegiatan HARKITNAS tahun 2022, SMA Sedes Sapientiae Kota Semarang melakukan upacara bendera berbeda dengan dua tahun sebelumnya, dimana sebelumnya peserta didik melakukan upacara di rumah masing—masing melalui tayangan youtube chanel SMA Sedes Sapientiae Semarang. Berbeda dengan tahun 2022 ini, secara gembira, penuh suka cita, dan gagah berani Sedesian melakukan upacara bendera HARKITNAS secara langsung dipimpin oleh komunitas KOMPAS dan diikuti peserta didik kelas X, XI, Karyawan, dan Guru SMA Sedes Sapientiae Semarang dengan khidmat.

Hari Kebangkitan Nasional yang ke-114 dengan tema “Ayo Bangkit Bersama” mempunyai maksud untuk membangkitkan rasa nasionalisme, persatuan, kesatuan, serta kesadaran untuk memperjuangakan negara. Selaras dengan amanat yang disampaikan Bapak Dheny Budyono, S.Pd. agar kita bisa bangkit bersama melawan covid-19 yang melanda hingga dua tahun terakhir. Peringatan Kebangkitan Nasional ini tidak hanya kita maknai sebagai ceremonial saja guna memahami esensi sejarah, menelaah secara historis akan tetapi dengan terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan semangat gotong royong agar Indonesia kembali berjaya.

 

SEDESIAN selama dua tahun terakhir banyak tantangan yang harus dihadapi bersama yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Bahkan Sedesian tidak membayangkan bahwa kita bisa mengatasinya. Bukti kita bisa mengadapi tantangan, rasa ragu, dan tidak takut untuk mencoba. Tentunya sebagai Sedesian di hari HARKITNAS ini kita bisa bangkit bersama, selalu optimis dalam mengadapi masa depan. Telebih seusai masa pandemi di era ketidakpastian ini Sedesian mampu membangkitkan rasa optimism agar kita dapat memenangkan pertarungan melawan pandemic Covid-19 serta semangat, berjuang bekerja keras, berekspresi, bersinergi, dan bangkit bersama membebaskan diri untuk menghadapi tantangan yang datang.

Amanat Upacara Hari kebangkitan Nasional SMA Sedes Sapientiae Semarang

oleh: A Dheny Budyono, S. Pd

Selamat Pagi, Bapak kepala Sekolah, Bapak Ibu guru dan para siswa siswi sekalian,

Puji Syukur hari ini kita dapat memperingati Hari Kebangkitan Nasional secara tatap muka setelah selama 2 tahun kita hanya dapat bertemu secara daring. Hari ini juga merupakan upacara yang pertama kalinya sejak pandemi Covid 19 merebak pada bulan Maret 2020.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan pertanda bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui sebuah gerakan organisasi. Sebelumnya, semangat ini tidak pernah muncul.
Setiap tahunnya hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Tanggal tersebut diambil dari lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908. Hari Kebangkitan Nasional ini pertama kali diperingati oleh Presiden Sukarno pada 20 Mei 1948 di Yogyakarta

Hari Kebangkitan Nasional juga merupakan titik awal munculnya semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk menuju kemerdekaan. Sebagai contohnya, perjuangan Diponegoro, perjuangan Cut Nyak Dhien, perjuangan Patimura semuanya menemui kegagalan karena perjuangan mereka masih bersifat kedaerahan dan mudah dipecah belah.

Budi Utomo telah mengubah metode perjuangan masyarakat Indonesia yang sebelumnya mengandalkan perlawanan secara fisik. Namun kemudian memasukkan cara-cara diplomasi. Selain itu, Budi Utomo juga telah mengubah perjuangan yang masih bersifat kedaerahan menjadi nasional.

Tidak hanya itu, semangat organisasi Budi Utomo telah menjadi pemicu munculnya organisasi-organisasi yang juga berjuang di bidang politik secara diplomatis. Setelah Budi Utomo, organisasi yang serupa tumbuh dengan subur di Tanah Air.

Kita semua berharap pada tahun 2022 ini  akan menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia memenangkan perjuangan melawan pandemi COVID-19. Pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir namun kita semua optimis pandemi Covid 19 ini akan segera menjadi endemi dimana kita berdampingan dengan virus ini. Kita juga patut bersyukur karena pada beberapa hari yang lalu,  Presiden Joko Widodo juga telah mengumumkan pelonggaran pemakaian masker di tempat umum. Semoga semua warga SMA Sedes Sapientiae yang tercinta ini juga akan merasakan kehidupan normal seperti sedia kala.

Kita semua berharap memiliki rasa optimisme bahwa kita bisa memenangkan pertarungan melawan pandemi COVID-19 ini, kekompakan, rasa bersama dan tanggung jawab menjadi solusi – solusi yang sesuai untuk keluar dari krisis ini. Dengan semangat Boedi Oetomo yang merakyat, nasionalis, dan selalu melihat dari berbagai perspektif tentu bisa membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang kini tengah dihadapi.

Saya mengambil sebuah pepatah yang pernah dilontarkan oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, “even the hardest of winters fears the spring”, yang artinya badai terdahsyat pun akan takut akan datangnya musim semi. “Setiap masa selalu ada tantangannya, setiap tantangan selalu ada jawabannya, dan setiap masa selalu ada tokohnya.  Ke depan masih akan ada badai dan tantangan yang akan dihadapi, kita semua harus selalu siap.

Terima kasih

Makna Penting Hari Kartini

Penulis : Felicia Angelina / X MIPA 3

 

Setiap tanggal 21 April kita memperingati Hari Kartini setiap tahunnya. Banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam Hari Kartini seperti lomba, upacara, dan hal-hal lainnya.

Dalam merayakan Hari Kartini, banyak hal menarik yang dapat kita lihat. Namun sadarkah kalian bahwa makna yang dapat kita ambil dari perayaan Hari Kartini ini sangat bermakna bagi kehidupan wanita saat ini? Semangat perjuangan R.A Kartini sangat perlu kita tiru dalam memperjuangkan suatu hal termasuk cita-cita kita.

Makna Penting Hari Kartini

Orang-orang cenderung lupa akan makna penting perayaan Hari Kartini karena mereka melakukan itu hanya sebatas formalitas dan kesenangan belaka. R.A Kartini merupakan sosok wanita yang memperjuangkan kesetaraan gender pada masanya. Hasil-hasilnya itu bisa kita lihat dari banyaknya wanita karir di Indonesia.

Kesetaraan Gender

Dahulu ingatkah kalian bahwa perempuan tidak diperbolehkan sekolah. Namun lihatlah sekarang bahwa banyak wanita yang menjadi wanita karir sukses. Mereka bisa menempuh pendidikan yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Namun seringkali kita masih melihat kurangnya kesetaraan gender di Indonesia baik dalam hal ekonomi, budaya, maupun sosial. Maka dari itu sebagai manusia, hendaknya kita bisa saling menghargai satu sama lain.

Tidak ada yang salah dengan memperjuangkan kesetaraan gender, hal itu justru dapat membuat kehidupan kita lebih baik. Banyak perempuan di luar sana yang hendak mengeluarkan suaranya namun tidak didengar oleh siapapun. Kita bisa mewakilkan apa yang mereka inginkan dan katakana, sebagai bentuk bantuan dari diri kita masing-masing.

Dukungan pada Sesama

Orang-orang yang merasakan ketidakadilan sangat membutuhkan dukungan dari orang lain. Di perayaan Hari Kartini ini, mari kita mulai mendukung sesame kita terkhususnya perempuan. Mari kita mendukung sekaligus membantu mengurangi kesenjangan gender yang ada.

Semua perempuan memiliki mimpi dan berhak mengejar mimpi itu dengan pendidikan yang tinggi. Perbedaan gender seharusnya bukan menjadi hal yang bisa menghalangi mimpi mereka melainkan menjadi pelengkap antara perempuan dan laki-laki dalam melakukan pekerjaannya. Ada hal yang lebih ahli jika dilakukan oleh perempuan, begitu juga sebaliknya.

Yuk kita ingat ulang apa makna sebenarnya Hari Kartini ini, selamat Hari Kartini!

 

Tak Terpisahkan dari Kasih Allah

Penulis : Evelyn / X MIPA 3

Paskah dan masa Prapaskah sendiri itu sebenarnya apasih?

Paskah adalah perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus di hari ke tiga setelah di salibkan, dan sedangkan masa Prapaskah adalah waktunya umat beriman mempersiapkan diri menyambut paskah dengan doa, matiraga, pertobatan, amal kasih, hidup sederhana, dan penyangkalan diri, bermula pada hari Rabu Abu selama 40 hari. Pada masa Prapaskah umat Katolik mengamalkan laku puasa dan berpantang meneladani Yesus Kristus saat berkhalwat di padang gurun selama 40 hari. Puasa dan pantang pada masa Prapaskah zaman sekarang lebih berat daripada zaman dahulu karena saat ini kita tidak bisa beraktivitas dengan leluasa dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menghibur diri daripada mempergunakan waktu kita untuk membaca, berdoa, dan melayani Tuhan. Kalau sedesian gimana nih masa Prapaskahnya waktu yang ada di pakai dengan baik atau tidak?  Berpuasa atau pantang di hari jumat masih di lakukan tidak?

 

Kalian tau tidak? Paskah tahun 2022 kali ini membawa tema “Tak Terpisahkan dari Kasih Allah” (Roma 8:38-39) tema ini resmi di berikan dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia). Latar tema paskah tersebut dipilih oleh PGI sebagai pengingat untuk kita tentang bencana Siklon Seroja di Pulau Sabu dan pulau lainnya, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan besar pada 5 April 2021 silam. Kira-kira mengapa ya PGI memfokuskan tema ini untuk paskah 2022? Karena untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya rasa persaudaraan dan sikap gotong royong untuk kembali membangun semua infrastruktur yang hancur akibat bencana selama setahun belakangan, dan pastinya untuk membangkitkan kembali kehidupan pasca bencana Siklon Seroja yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Lukisan diatas ini tuh  sebenarnya dibuat sama siapa sih? Dan apa yang melatarbelakangi Tema ini? Jadii temen temen semuanya, tema ini dilatari dengan lukisan aktivitas gotong-royong membangun rumah adat masyarakat Sabu-Raijua di Nusa Tenggara Timur, lukisan ini di buat oleh seorang pelukis asal Sabu yang bernama Efraim Djara Dima yang berprofesi sebagai seorang guru bahasa inggris. Gambar ini di buat sebenarnya untuk mengilustrasikan sub tema pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)-2022, yang berbunyi: “Dengan Kuasa Roh Kudus Kita Bangkit dari Dampak Bencana” (bdk. Roma 8:10-11).

Setelah membaca artikel di atas gimana nih sedesian semuanya, kalian sudah menyiapkan apa saja untuk paskah nanti ?

Hari Musik Nasional

Penulis : Felicia Angelina / XI IPA/ 13

 

Kehidupan kita saat ini sudah terisi dengan berbagai jenis musik. Mulai dari berbagai genre, lirik, dan kisah di dalamnya. Pada tanggal 9 Maret 2022 ini, kita merayakan Hari Musik Nasional yang perayaannya sudah dirayakan sejak tahun 2013.

 

Hari Musik Nasional

Hari Musik Nasional merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap karya-karya musik yang telah diciptakan oleh para musisi. Selain itu perayaan memiliki tujuan tersendiri yakni untuk memotivasi para musisi Indonesia baik mereka yang baru saja memulai karya mereka maupun yang sudah lama berkarya di bidang musik. Hari Musik Nasional ini diharapkan dapat memperluas musik-musik Indonesia baik secara nasional maupun internasional.

 

Pengambilan Tanggal 9 Maret

Hari Musik Nasional telah ditetapkan oleh presiden Indonesia ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2013. Pada Keputusan Presiden tersebut, dicantumkanlah tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional yang sampai saat ini kita rayakan setiap tahunnya. Pada awalnya tanggal 9 Maret diambil dari tanggal kelahiran Wage Rudolf Soepratman yang merupakan pencipta lagu “Indonesia Raya” yang merupakan lagu kebangsaan negara kita, Indonesia. Namun setelah dicari tahu kembali, tanggal kelahiran W.R Soepratman sebenarnya ditetapkan pada tanggal 19 Maret 1903.

 

Musik Indonesia

Perkembangan musik saat ini sudah sangat berkembang pesat. Hari Musik Nasional diharapkan bisa menjadi simbol kebangkitan musik Indonesia, baik lagu-lagu daerah maupun nasional. Saat ini, musik pop sedang popular di kalangan masyarakat. Tak hanya karena musiknya yang sederhana, musik-musik pop juga mudah untuk dinyanyikan. Selain musik pop, kita tentu juga mengenal musik jazz yang biasanya memiliki melodi improvisatif di dalamnya. Musik jazz ini juga tak kalah populer dengan musik pop.

 

Gimana, sudah tertarik dengan dunia musik? Jangan takut untuk menunjukkan dirimu para musisi muda Indonesia. Kalian adalah orang-orang berbakat yang dinanti oleh masyarakat.