PENGALAMANKU DI DESA GEBANGAN

Hari pertama, aku sampai di desa Gebangan pukul 13.00. Aku dan Nike langsung dijemput oleh ibu Wagiyem yaitu orang yang akan menjadi ibu kami selama 5 hari kedepan nantinya . Ibu Wagiyem tidak bekerja apa-apa ia hanya merawat kebun yang ia miliki. Sesampai di rumah ibu Wagiyem kami berbincang-bincang sambil minum teh yang sudah dibuatkan oleh ibu kami. Lalu pada pukul  14.00 kami membantu ibu Wagiyem memasak makanan untuk makan siang kami. Kami memasak bakmi, tahu, tempe, dan ikan. Setelah memasak, kami langsung makan siang dan setelah itu aku membantu ibu Wagiyem untuk mencuci piring-piring. Lalu setelah selesai, aku kembali masuk ke kamar untuk beristirahat karena kami sangat lelah sekali sampai kami tertidur. Aku bangun di sore hari pada pukul 4 sore, lalu aku langsung membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, aku melihat teman-temanku berkumpul akhirnya akupun ikut berkumpul. Ternyata, teman-temanku sedang bermain dengan anak-anak dan menonton tarian khas desa Gebangan yang ditampilkan oleh anak-anak tersebut. Anak-anak tersebut sangatlah lucu dan gampang untuk bergaul.

Lalu setelah puas bermain kami kembali ke rumah masing-masing untuk makan dan nantinya kami akan berkumpul kembali untuk membantu anak-anak disana membuat PRnya. Kami mengerjakan PR sampai pukul 8 malam, setelah itu aku kembali ke rumah untuk menemani ibuku untuk menonton TV sambil berbincang-bincang. Memang pada hari pertama ini sulit sekali untuk membuka perbincangan tetapi kami harus berusaha untuk bersosialisasi kepada orang-orang yang baru kami kenal. Pada hari pertama ini, aku disadarkan agar aku selalu bersyukur dengan apa yang kupunyai dan selalu menjadi ramah terhadap siapapun karena bersosialisasi kepada semua orang itu penting, tidak mungkin di masa yang akan datang nantinya kita tetap hanya bertemu dengan kerabat-kerabat kita yang lama. Kita pasti akan bertemu dengan banyak orang baru yang mungkin akan menjadi rekan kerja kita nantinya. Aku juga tidak boleh sombong, karena belum tentu selamanya aku akan tinggal di kota dengan rumah yang lebuh layak pakai dan dengan kasur yanng empuk . Karena apa? Di sini aku merasakan bagaimana ibuku tidur di lantai. Apapun yang kamu punyai haruslah kamu syukuri sekarang entah itu hal baik atau buruk. Karena kita tidak akan mengetahui apakah sesuatu yang kita punyai itu akan selamanya menjadi milik kita nantinya.

 

Hari kedua, aku bangun pada pukul 6 pagi. Lalu aku mempersiapkan diri untuk mandi. Air disini sangatlah dingin. Bila di kota aku selalu menggunakan water hitter atau mesin pemanas air maka disini aku harus merasakan mandi dengan air yang sanagt dingin. Setelah mandi, aku membantu ibuku memasak untuk sarapan kami di pagi hari.Menu makanan kami masih sama dengan menu makanan yang kemarin. Setelah selesai,Nike dan aku sarapan pagi bersama. Setelah itu aku membantu ibu mencuci piring, menyapu, dan mengepel. Karena ibu tidak pergi bekerja, jadi aku diijinkan untuk bermain bersama-sama temanku disana. Aku bermain bersama Tasya,Yovina,Cynthia,Sela,Monica,Kayla,Evelyn,Tiara. Kami berkumpul di rumah Yovina. Kami bermain dan berbagi cerita secara bergilir. Ternyata semua teman-temanku menikmati live in begitu juga denganku. Hari sudah siang, ibuku menyuruhku untuk makan siang terlebih dahulu lalu aku boleh bermain lagi. Jadi aku makan siang, lalu bermain lagi. Setelah selesai makan siang aku terheran-heran . Kemanakah yang lainnya pergi? Aku bertanya-tanya kepada temanku yang tadi rupanya beberapa temanku ikut Pak Sur pamong lingkungan desa Gebangan pergi ke Sukorejo. Pada saat itu kami sedang  berkumpul di teras rumah Yovina dan Tasya , lalu ibuku datang dan mengajak aku dan teman-temanku pergi ke kebun. Akupun pergi bersama-sama dengan yang lainnya, ternyata jalan disana sangat licin jadi kami harus tetap waspada disini. Lalu kami menuruni jalan, tak berapa lamapun kami sampai di kebun milik ibuku. Di kebun ibuku aku membantu ibu memetik cabai yang sudah matang dan tadinya ibuku juga mengajakku untuk menangkap lele karena ibuku juga membudidaya lele disana. Tetapi sayangnya, umpan milik ibuku rusak jadi kamipun tidak jadi menangkap lele. Hari sudah sore, ibuku menuyuruhku pulang terlebuh dahulu untuk makan sore dan membersihkan diri karena ibuku tahu bahwa aku akan membantu anak-anak di sana membuat PR. Setelah selesai semuanya, aku dan teman-temanku membantu anak-anak membuat PR sampai dengan pukul 7 malam. Setelah itu, anak-anak disana menunjukkan kami semua tarian yang mereka punya. Kamipun cukup terhibur karena anak-anak tersebut sangat lucu. Jam menunjukkan pukul 8, aku kembali ke rumah dengan kondisi yang sangat lelah. Jadi aku tidak sempat menemani ibuku. Akupun bersih diri dan pamit untuk tidur. Aku tersadar bahwa kebahagiaan itu tidak membutuhkan biaya ataupun alat elektronik. Karena pada saat di kota aku selalu terhibur dengan dunia maya dengan film-film komedi tetapi kebahagiaan bisa muncul pada saat kita bertatap muka. Aku juga diajarkan untuk selalu menghargai hasil jerih payah orang tuaku selama ini. Mereka bekerja di tempat yang lebih nyaman tidak hanya itu, aku juga disadarkan agar aku selalu menghargai hasil jerih payahku baik aku mendapat nilai jelek atau bagus aku harus selalu bersyukur, karena itu adalah hasilku sendiri dan aku patut bangga atas kemapuanku.

 

Hari ketiga, aku terbangun pada pukul 7.30. aku terbangun dengan kondisi sakit, badanku demam dan mual. Aku langsung bilang kepada ibuku bahwa aku sakit. Ibu langsung merawatku dengan memberiku obat dan menyuapi makanan. Setelah itu aku tertidur kembali. Aku tertidur seharian sampai siang hari. Setelah itu, badanku sudah enakan jadi aku memutuskan untuk mandi. Dan setelah mandi, aku membantu ibuku untuk bersih-bersih rumah. Kegiatan pada hari ini aku diajak untuk mengenal organisasi yang ada di desaku. Jadi di desa Gebangan ini ada organisasi seperti PKK, arisan, dan buruh tani. Ibuku mengikuti organisasi buruh tani karena ibuku tidak punya sawah sendiri. Setelah mengenal semuanya aku mandi lagi karena aku bersiap untuk pergi ke Gereja Isidorus. Aku berangkat menggunakan motor bersama Monic karena mobil untuk mengangkut kami ke gereja itu sangat penuh. Sesampainya di gereja kami memulai ibadat pada pukul 6 sore dan selesai pada pukul 6.30 sore. Setelah itu, aku dan teman-teman kembali ke rumah. Kami sampai di rumah pada pukul 7, lalu aku dan Nike langsung makan malam. Setelah selesai makan malam, aku mencuci piring setelah itu aku menemani ibuku menonton televisi sampai pukul 10 malam. Lalu, aku pamit tidur karena hari sudah malam. Aku belajar agar aku memantau kondisi kesehatanku dan aku disadarkan lewat bacaan pada saat ibadat pada saat itu. Aku juga disadarkan betapa pentingnya organisasi itu, karena dengan mengikuti organisasi kita bisa belajar cara berinteraksi, kami bisa bertukar pikiran juga.

 

 

 

Hari keempatpun datang, aku bangun pukul 6 pagi. Lalu seperti biasa aku mandi dan aku bersiap membantu ibuku untuk memasak sarapan nantinya. Kami memasak ikan bandeng, sup, telur goreng. Kami menyantap makanan kami dengan lahap, setelah itu kami mencuci piring. Karena hari ini adalah jadwalnya Nike untuk mencuci piring jadi aku membantu ibuku menyapu dan mengepel lantai. Setelah membersihkan rumah, aku berkumpul bersama teman-temanku sampai sore di rumah Yovina. Kami keluar rumah ternyata teman-temanku pada pergi ke Sukorejo jadi kita berkunjung saja ke rumah Pak Soes. Pak Soes dan kami menonton film bersama sampai sore. Ternyata, pada saat aku akan pulang hujan datang. Jadi aku memutuskan untuk menunggu hujan reda. Setelah hujannya reda, aku kembali ke rumah untuk mandi karena kami semua akan pergi ke rumah Pak Basuki untuk perpisahan. Pukul 7, kami sampai di rumah Pak Basuki. Jalan menuju rumah Pak Basuki sangatlah licin dan gelap. Kami mengadakan ibadat dan kami menyampaikan pesan dan kesan disana. Setelah itu kami pulang ke rumah. Sesampainya di rumah ibu menyuruhku dan Nike untuk segera memberesi barang-barang kami dan segera tidur karena besok kami akan pulang dan bangun sangat pagi. Aku mengerti betapa indahnya hari-hariku selama 4 hari berlalu ini. Aku mengenal perbedaan antara di kota dan di desa. Orang-orang di desa sangatlah ramah dan sopan. Mereka juga mempercayai satu sama lain. Jadi aku merasa aman tinggal disini.

 

Sayang, padahal aku sudah betah tinggal disini. Ini adalah hari kelima alias hari terakir kami. Aku bangun 4.30 lalu aku mandi. Setelah itu aku sarapan dan mencuci piring. Pak Soes menyuruh kami untuk berkumpul pada pukul 7. Aku masih punya waktu satu jam, jadi aku menonton televisi bersama ibu sekaligus berpamitan untuk kembali pulang ke Semarang. Lalu, kami masuk truk yang akan mengangkut kami ke gereja. Setelah bermenit-menit kamipun sampai di gereja, aku menceritakan pengalamanku selama disana. Setelah itu, kami misa di gereja. Setelah selesai misa, kami kembali ke bus kami untuk berangkat. Aku tertidur selama di perjalanan. Perjalanan dari Sukorejo-Semarang memakan 2 jam. Setelah itu kami sampai di Semarang pada pukul 13.30.

 

Aku telah melewati 5 hari yang berkesan, aku sadar atas semua yang aku punya. Aku diajarkan untuk tidak congkak. Dan harapanku setelah live in ini aku bisa menjadi lebih mandiri dan lebih gigih untuk meraih cita-citaku.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.