MARILAH KITA BICARA DENGAN HATI

oleh : Yohanes Totok Warsito

Mereka juga bekerja sama dengan kita setiap hari dan dari kerja keras mereka pula kita dibantu untuk meraih kesuksesan.

Kita adalah makhluk ciptaan Tuhan dan sebagai makhluk sosial kita mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain yang notabene sangat dekat dengan kita. Bahkan, ada kalanya juga kita harus berinteraksi dengan orang baru atau belum pernah kita kenal sama sekali. Sebagai manusia yang dibekali hati dan pikiran (hal ini yang membedakan kita dengan binatang), sering kali pula kita hanya mengandalkan kelebihan akal pikiran kita saja bahkan lebih gilanya lagi kita hanya mengandalkan otot atau pun kekuasaan sementara. Sering kali kita melupakan hati, rasa persaudaraan, dan rasa kemanusiaan. Hari ini atau kemarin mungkin kita berjumpa dengan orang lain yang belum kita kenal. Ketika kita berbicara dengan orang yang baru saja bertemu , kita harus bicara dengan hati-hati. Bahkan  ketika kita harus marah sekali pun kita harus memilih dan memilah kata demi kata, kalimat demi kalimat supaya kita tidak menyinggung perasaan yang pada akhirnya akan membuat hubungan dengan orang tersebut menjadi tidak harmonis.

Menjaga tutur kata sudah semestinya dilakukan. Suatu saat jika kita punya kepentingan atau pun memerlukan bantuan, kita tidak sungkan untuk meminta pertolongan pada orang lain. Hal itulah yang ditanamkan kedua orang tua kita sejak  usia belia. Tentunya akan kita tanamkan pula kepada anak kita kelak di kemudian hari.

Hari ini, kemarin dan besok kita akan selalu berjumpa dan bertegur sapa dengan teman, saudara, orang tua, atasan, mau pun bawahan. Orang-orang tersebut adalah orang yang sangat kita kenal, sangat dekat dengan hidup kita. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menggunakan hati dalam memandu pikiran untuk memilih dan memilah kata dan kalimat supaya apa yang kita ucapkan terhadap seseorang menjadikan dia gembira dan berbahagia . Gunakan sedikit saja pikiran kita karena harus kita sadari bahwa apa yang ada di benak  kita adalah pikiran-pikiran yang akan selalu memilih untuk mencari keuntungan dan luapan emosi semata. Apabila kita tidak pandai dalam mengatur ritme berpikir, kita akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Jangan pernah berpikir bahwa orang yang kita temui setiap hari akan mudah untuk minta maaf dan melupakannya. Jangan pernah berpikir bahwa orang tersebut tidak penting dalam hidup kita meskipun dalam kenyataannya dia adalah bawahan kita, atau tingkatan pendidikan mereka pun berada pada tingkatan yang berbeda atau mereka memiliki status ekonomi yang berbeda.

Jadi janganlah perkataan, sikap dan perbuatan kita masih menyakitkan dan mengecewakan mereka. Akan lebih mudah untuk menyadarkan orang yang berada di tingkat yang lebih rendah dari kita agar menghargai sesuatu di atas. Mereka akan sangat berhati hati dengan segala ucapan ketika berhadapan dengan orang-orang yang tingkatannya berada di atas  mereka. Mereka akan bertindak dan bertingkah laku dengan hati-hati agar tidak menyakiti dan mengecewakan atasannya. Akan sangat sulit untuk menyadarkan orang yang merasa sudah berada pada tingkatan teratas. Mulailah berpikir apa yang kita punya dan peroleh sekarang ini, baik itu kekayaan ataupun kekuasaan, adalah hasil kerja keras pula dari mereka, para rekan kerja ataupun teman kita. Mereka juga bekerja sama dengan kita setiap hari dan dari kerja keras mereka pula kita dibantu untuk meraih kesuksesan. Maka renungkanlah sebentar dan mulailah dengarkan suara hati . Gunakan hati dan sedikit saja logika dalam membangun r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.