Sharing Alumni : Bahagia Masuk Jurusan Bahasa

Andreas Anaya Pasolympia

Lulus SMA Sedes Sapientiae Semarang                          :2010

Lulus S1 di london school of Public Relations Jakarta :2014

Lulus S2                                                                                  :2015

Pekerjaan : Public Speaker and Happines Coach sejak 2011 di sang pemenang.com

Saya masih ingat, ketika saya kelas satu SMA. Mempertimbangkan tentang jurusan mana yang au saya masuki. Hati bergejolak, pikiran-pun bimbang. Saya bercerita kepada ibu saya, “Ma, sebetulnya saya ingin masuk jurusan bahasa. Namun saya ragu karena temannya sedikit.” Waktu itu saya bisa asuk jurusan IPA, IPS, maupun Bahasa. Untungnya ibu saya yang memiliki pemikiran cukup terbuka, dan dapat mengenali hati terdalam saya akhirnya meneguhkan saya untuk masuk jurusan bahasa. Saat pemilihan jurusan, iapun mencentang kolom bahasa di kertas pengisian. “Sudah masuk bahasa saja, sesuai isi hatimu. Teman bisa dicari.”, kata ibu saya seraya meneguhkan.

Itu adalah kisah saya awal masuk bahasa. Ternyata keputusan saya yang didukung ibu saya adalah sangat benar adanya. Kelas Bahasa-lah yang membuat saya bisa seperti sekarang ini. Secara garis besar, Sedes Sapientiae dengan Takhta Kebijaksanaannya-lah yang juga telah mengajarkan saya banyak hal. Di Kelas Bahasa, prestasi dan nilai saya meningkat pesat. Ya, karena saya belajar pelajaran-pelajaran yang saya cintai. Tentang budaya, bahasa, dan tentang hal-hal yang terkait dengan itu. Saya jadi belajar, bahwa cara ter-ajaib agar kita dapat berprestasi adalah dengan melakukan hal-hal yang kita cintai.

Di Kelas Bahasa saya mendalami tentang manusia. Tentang sense of human and culture. Tentang berbagai bahasa dan dinamikanya. Tentang sastra yang menyingkap tabir sejarah masa lampau. Serta yang paling penting, di Kelas Bahasa saya mendapatkan keluarga. Keluarga yang erat dan hingga kini masih sering berkontak. Kelas Bahasa adalah masa awal dimana hidup saya berubah total. Titik balik hidup hingga sekarang ini. Ditambah dengan dedikasi berbagai guru-guru utama, yang sangat getol sekali untuk memajukan pemahaman siswa. Hal itu menjadi pengalaman tersendiri yang menyenangkan, Masih ingat dikala itu, 8 Jam Pelajaran mempelajari Bahasa Perancis. Karena pelajarannya menyenangkan dan seru, maka sukacita bergema didalam hati saya. Pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, dan Antropologi juga sangat berkesan. Terutama Antropologi, disanalah ilmu tentang manusia begitu ditekankan.

Di masa depan, saya berkuliah di jurusan Komunikasi yang juga membahas tentang manusia. Serta saya mendalami berbagai keilmuan manusia yang ilmiah seperti Hipnoterapi, Neuro-Linguistic Programming, Body Language, dan lain-lain. Serta yang berlandaskan ketimuran seperti ilmu psikologi Tibet bersama Dalai Lama, serta juga yang berbasis Kebudayaan Indonesia. Itu semakin memperkuat pondasi dimana sekarang saya dapat melihat sangat mendalam tentang manusia, bahasa, budaya, dan peradaban yang menyelimutinya. Kelas Bahasa telah benar-benar menjadi pondasi yang indah bagi saya. Pondasi yang akan selalu saya ingat sepanjang hidup saya. Terima Kasih para guru yang telah mengajar penuh dedikasi dan ketulusan. Terima Kasih. Terima Kasih. _/|\_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.