LITERASI HARI PAHLAWAN

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan kegiatan literasi siswa SMA Sedes Sapientiae diisi dengan menulis esai. Topik esai sesuai dengan topik nasional “Aku Pahlawan Masa Kini”. Selama 4 hari pada kegiatan 15 menit membaca digunakan siswa untuk menulis esai. Berikut ini 3 tulisan terpilih masing-masing dari siswa kelas X, XI, dan XII. Selamat membaca!

Menjadi Berguna bagi Orang Lain
Oleh Jason Nathaniel XII MIPA-3

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” itu adalah semboyan yang diucapkan oleh Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno didalam pidato kenegaraannya yang terakhir pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 1966. Memang hal tersebut adalah benar karena dari sejarah tersebutlah, kita bisa belajar banyak hal seperti mengenai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, kata-kata mutiara ataupun motivasi, dan bahkan peringatan tentang apa yang akan bisa terjadi di masa kini maupun masa depan dengan melihat berbagai macam aspek dalam kisah-kisah sejarah yang sudah tersedia di berbagai sumber, apalagi dari negara sendiri. jika kita kembali melihat sejarah bangsa ini, sebenarnya banyak sosok pahlawan yang dimiliki Indonesia yang telah berjuang bagi Indonesia baik saat sebelum maupun sesudah kemerdekaan Indonesia. Pahlawan-pahlawan nasional tersebut telah meninggalkan teladan yang perlu dicermati dan dihayati oleh kita semua.

Pada tanggal 10 November kemarin, RI memperingati Hari Pahlawan untuk yang kesekian kalinya. Pada tanggal yang sama di tahun 1945 itu pula, RI yang masih “bayi” sudah diharuskan untuk menghadapi ancaman dari negara barat yang bersusaha untuk menegakkan kembali kolonialisme di tanah Nusantara ini. Tetapi berkat perjuangan rakyat dan laskar-laskar di Surabaya, usaha tersebut berhasil digagalkan dengan berjuang sampai titik darah penghabisan. Hal tersebut merupakan suatu hal yang berharga dan perlu dipahami serta diteladani oleh masyarakat Indonesia.
Maka dari itulah diperlukan sosok-sosok pahlawan di masa kini untuk membangun NKRI di masa kini. Pahlawan adalah orang yang bisa turut mengorbankan sesuatu guna orang lain dan masyarakat. Secara khusus, menurut saya pahlawan adalah seseorang yang bisa membahagiakan dan bermanfaat bagi orang lain. Mengapa? Karena di msa kini sulit untuk mencari orang yang tidak egois. Lewat gambaran tersebut, menurut saya, saya sudah bisa menjadi pahlawan bila sudah bisa: 1) membuat bangga orang tua, 2) berprestasi di bidang-bidang spesialisasi saya, 3) menaati dan mendengarkan arahan orang tua, 4) peka terhadap situasi sekitar, 5) bisa membantu teman-teman yang kesulitan asalkan masih bisa membantu atau masih dalam kemampuan sendiri, dll. Hal tersebut saya rasa menjadi kriteria bagi pahlawan masa kini karena menurut saya hal tersebut akan semakin sulit dilakukan karena harus bertabrakan dengan ego diri sendiri.

Sosok pahlawan di masa kini tidak hanya perlu merupakan sosok yang besar atau berkontribusi besar bagi khalayak banyak tetapi juga sangat memerlukan sosok pahlawan-pahlawan kecil yang berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Dan kita bisa menjadi sosok pahlawan-pahlawan kecil menurut kriteria masing-masing bagi lingkungan sekitar. Kalua untuk saya tentu sesuai dengan gambaran yang ada di paragraph diatas. Dalam perjalanan untuk mencapai sesuatu atau didalam hal ini menjadi sosok pahlawan kecil, tentu mempunyai tantangan yang berbeda-beda bagi masing-masing orang. Jika Angkatan 45 harus menghadapi tantangan dari sosok / pihak dari luar dan “nyata” maka generasi ini menghadapi tantangan yang jaul lebih sulit dihindari dan hadapi karena berasal dari baik luar & dalam serta lebih parahnya lagi “tidak terlihat.” Lalu tantangan apa sajakah itu? Jika kita melihat tantangan dari luar maka jawaban utamanya adalah “Revolusi Industri 4.0.” yang mengancam untuk menggantikan sebagian besar angkatan kerja dengan mesin. Jika kita melihat dari dalam, tantangannya adalah: 1) kemalasan, 2) adiksi terhadap gadget, 3) budaya instan, 4) egoism, 5) berita-berita palsu/hoaks, 6) cyber bullying.

Setiap tantangan perlu diatasi agar mencapai tujuan. Lalu bagaimakah mengatasi tantangan-tantangan tersebut? Untuk mengatasi hal-hal tersebut yang pertama-tama harus dibangun adalah control atau managemen diri sendiri. Kenapa? Alasannya adalah jikalau kita bisa mengontrol diri sendiri, maka untuk mencapai & menumbuhkan nilai-nilai yang baik seperti kesetiakawanan, solidaritas, dll. Kenapa? Lantaran kontrol diri sendiri yang saya maksud berarti membangun keberanian diri dan semakin mampu untuk memahami mana yang baik dan salah serta menjauhi yang salah. Selain itu, hal tersebut juga berarti tidak mudah goyah dalam pendirian. Lalu hal yang kedua yang perlu dilakukan adalah memperdalam solidaritas terhadap sesama agar keegoisan/individualism dapat dilawan. Kenapa? Agar dapat benar-benar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain atau menjadi sosok pahlawan bagi lingkungan sekitarnya.

Apa Karyaku bagi Bangsa?
Oleh Roswita Asmara XI MIPA-5
Peringatan Hari Pahlawan, merupakan momentum yang sangat tepat, untuk kita bersama-sama merenungkan makna kepahlawanan dengan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan, yang tentunya perlu menjadi contoh bagi kita dan teladan generasi masa kini. Tetapi apakah kita melakukannya pada masa kini dengan melawan penjajah dari luar? Tentu saja tidak. Bagaimana kita melakukannya pada masa kini?
Seperti yang dikatakan Ir.Soekarno, “ Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah,perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Apakah kita bisa meresapi kata-kata tersebut? Kata-kata tersebut bila diresapi memiliki makna bahwa di zaman sekarang banyak orang bermalas-malasan dan selalu menunda-nunda apa yang dikerjakan. Terlalu cepat menyerah saat gagal, sering mengeluh dengan keadaan,dan masih banyak lagi. Tidak taukah kalian? Semua itu sebenarnya contoh konkret dari penjajahan zaman sekarang ini yang seharusnya kita lawan. “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” ( Ir. Soekarno ). Kata-kata tersebut memiliki makna yang cukup dalam bahwa kita sesekali melihat ke belakang bagaimana perjuangan para pahlawan kita dalam menghadapi penjajah,sampai gugur di medan perang. Nah,perjuangan mereka ini, seharusnya kita terapkan juga dalam hidup kita pada saat ini.
Perjuangan yang dimaksud seperti apa? Perjuangan yang dimaksud adalah kita dapat melawan rasa kemalasan kita dengan bekerja keras dalam mencapai tujuan kita. Bekerja keras itu banyak macamnya, antara lain bekerja keras melawan kemiskinan dengan bekerja di suatu perusahaan atau kita menciptakan pekerjaan itu sendiri. Tentunya itu semua dapat kita raih apabila saat ini dalam belajar, kita berusaha menorehkan prestasi. Tidak hanya prestasi akademik tetapi juga prestasi nonakademik. Nah,prestasi yang kita miliki ini merupakan salah satu wujud karya kita terhadap bangsa, apalagi jika prestasi kita diakui dunia, maka kita juga dapat mengharumkan nama Ibu Pertiwi di kancah internasional. Jangan sampai tangan-tangan jahil atau pihak tak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai-berai, dan terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain.
“Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri” ( Ir.Soekarno ). Artinya bahwa kita sebagai generasi masa kini, dapat mengubah bangsa kita kearah yang lebih baik. Yang dimaksud “ ke arah yang lebih baik” adalah selama ini kita melihat bahwa kemiskinan di mana-mana, orang-orang melanggar hukum,dsb. Maka kita dapat mengubah keadaan itu dimulai dari dalam diri kita. Kemiskinan dapat kita atasi dengan bekerjasama dengan pemerintah,misal memberikan modal untuk membuka usaha atau memberi akses agar tenaga kerja terserap. Pelanggaran hukum dapat kita atasi dimulai dari kesadaran kita akan hukum. Jika orang lain melihat bahwa kita dapat taat terhadap hukum maka orang lain akan melakukan hal yang sama.

Saya sendiri memang berusaha untuk menjadi pahlawan atau orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bagi saya, menjadi pahlawan tidak perlu harus melakukan hal-hal yang besar asalkan dapat berguna bagi orang lain maka orang itu sudah bisa dikatakan sebagai pahlawan. Tentu saya ingin manjadi pahlawan dengan kriteria saya berikut ini, pertama membanggakan dan membantu orang tua. Kedua, membantu teman-teman dan orang-orang di sekitar saya. Kenapa? Karena sekarang mencari orang yang benar-benar ikhlas melakukan hal itu bagi orang lain tanpa pamrih dan diskriminasi, itu sulit. Memang ada tantangannya yaitu egoism, budaya instan, serta adiksi terhadap gadget. Tapi semua itu dapat diatasi dengan managemen diri dan usaha menumbuhkan solidaritas dengan sesama.

Oleh karena itu, semua hal di atas dapat terjadi apabila kita dapat menyikapinya. Sebagai generasi muda harus peka terhadap kondisi negara kita, agar kita tahu apa yang harus kita perbuat dan harus kita hasilkan demi kemajuan bangsa ini. Jangan sampai kita mengecewakan para pahlawan yang telah berjuang demi kebaikan dan kemajuan bangsa Indonesia ini.

PAHLAWAN MASA KINI
Oleh Levina Valerie kelas X MIPA-3

Bung Hatta pernah berkata :
“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar.
Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman.
Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.”
Perkataan Bung Hatta itu dapat berlaku sampai kapan saja. Bukan hanya saat perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, tetapi hingga saat ini, untuk kita para pahlawan masa kini.
Sebagai pahlawan masa kini, kita bukan lagi berperang dengan mengangkat senjata. Bukan lagi dengan saling bunuh-membunuh. Bukan dengan adu fisik ataupun kekerasan. Bukan juga dengan saling menghujat dan saling menjatuhkan. Saling mencari cara terbaik untuk mengusir para penjajah. Baik secara fisik maupun demokrasi. Kita bukan lagi maju berperang untuk mencapai kemerdekaan, melainkan tugas kita adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih para pahlawan.
Sebagai pahlawan masa kini, kita berperang melawan arus globalisasi. Kita berjuang menggunakan akal budi kita, kepintaran kita, ilmu kita, demi membawa bangsa Indonesia ke
arah yang lebih maju. Tetapi dari semua itu, yang terpenting adalah sikap kita. Seperti kutipan perkataan Bung Hatta bahwa kurang cerdas dan kurang cakap dapat diperbaiki. Namun jika memiliki sikap tidak jujur, maka sikap tersebut sulit untuk diperbaiki. Bukan hanya sikap tidak jujur, melainkan semua sikap buruk dalam diri manusia, sangat sulit untuk diperbaiki, bahkan dapat menghilangkan kebiasaan dan sikap-sikap baik dalam diri kita.
Sebagai pahlawan masa kini, kita harus memiliki sikap yang baik dan menghindari sikap yang buruk. Sikap baiik ini ditujukan kepada siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan dalam hal apa saja. Contoh sikap yang baik seperti menolong sesama, berbicara dengan sopan serta apa adanya, menghormati dan menghargai sesama, dan masih banyak lagi kebaikan yang bisa kita lakukan. Sikap baik ini sangat kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap baik ini dapat membawa kesuksesan bagi kita semua. Jika semua masyarakat Indonesia memiliki sikap baik, maka dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. Melakukan sikap yang baik tidaklah sulit, dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita setiap hari.
Tugas kita sebagai pahlawan masa kini adalah membawa kemajuan Indonesia agar bangsa kita dapat dipandang oleh negara lain sebagai negara yang maju, negara yang bahkan selalu mampu dan siap membantu negara lain yang rakyatnya sedang mengalami kesusahan. Selain itu, Indonesia dapat menjadi negara yang semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi, bukan sebagai bangsa yang masyarakatnya sering terlibat konflik satu sama lain sehingga hanya dipandang sebagai negara yang kurang berguna dan kurang berpengaruh. Kita dapat membangun Indonesia menjadi bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Manusianya yang berkembang, yang jujur, yang sopan, dan manusianya yang dapat menemukan inovasi-inovasi baru yang dapat berpengaruh di mata dunia internasional. Dengan melakukan semua hal baik itu, kita telah mejadi pahlawan masa kini yang dapat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sekecil apapun hal baik yang telah kita lakukan, sangatlah berguna bagi bangsa dan negara ini. Dimulai dari hal kecil, berefek besar dikemudian hari. Jika hal-hal kecil yang baik itu dilakukan terus-menerus setiap hari, setiap saat, kepada siapa saja maka hal kecil tersebut dapat menjadi hal yang besar dan menjadi kebiasaan baik. Janganlah kita sia-siakan semua perjuangan para pahlawan kita. Para pahlawan yang telah rela mati demi memperjuangkan kemerdekaan ini. Mari, kita hargai perjuangan mereka dengan membawa bangsa Indonesia ini ke arah yang lebih maju !