PENDIDIKAN HOMONISASI & HUMANISASI

oleh : Fransiskus Andy Setiawan, S.Pd

Kalau kita melihat sekeliling, terutama berkaitan dengan soal pendidikan, tentu akan banyak hal yang terlihat menarik. Di mana-mana kita menyaksikan banyak anak-anak berseragam  mengikuti pembelajaran daring baik dari rumah maupun tempat lain. Ahkir-ahkir ini warna warni spanduk lembaga-lembaga kursus dengan berbagai jenis keahlian yang ditawarkan bertaburan di sepanjang tepi jalan dan hampir di setiap sudut kota. Belum lagi berbagai tawaran kesempatan untuk belajar yang disampaikan melalui internet.

Semua itu bisa membuat kita terpesona. Dalam hati kita kagum; di Indonesia ini pendidikan telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Diam-diam kitapun bergumam, Indonesia telah menjadi negara modern sejajar dengan negara negara lain. Pada satu sisi memang benar bahwa sekarang ini namanya sekolah dan pelajar ada di mana-mana, dan setiap tahun ada jutaan siswa lulus sekolah.

            Pendidikan sebagai ungkapan dari semangat bersahabat dengan manusia lain. Kegiataan mendidik itu merupakan tindakan fundamental. Artinya, dengan melakukan perbuatan mendidik “menyentuh akar hidup kita sehingga mengubah dan menentukan hidup itu” dan dengan demikian merupakan tindakan fundamental atau dasariah sebagai manusia. Pendidikan sebagai tindakan fundamental untuk memanusiakan manusia muda. Istilah “memanusiakan” di sini lebih dimaksudkan sebagai upaya untuk menjadikan manusia menjadi semakin penuh, semakin tinggi, semakin utuh dalam kemanusiaannya. Berangkat dari pemikiran ini maka sampai kepada pemikiran tentang pendidikan sebagai proses hominisasi dan humanisasi manusia muda.

            “Non scolae, sed vitae discimus”. Artinya, kita belajar ( dan mungkin mengajar) bukan terutama untuk sekolah, melainkan untuk hidup. Kita belajar bukan hanya karena kita ingin mengembangkan keterampilan tangan atau menambah pengetahuan kognitif saja, melainkan terutama ingin mengolah dan mengembangkan berbagai segi kehidupan kita sebagai manusia.